Bulan yang Berteman di Waisai

Standard

Dua hari lalu aku berhasil tiba di waisai. Saat itu belum memasuki bulan Ramadan, meski sejatinya aku selalu kebingungan dan was-was apakah hari itu sudah masuk puasa atau belum karena aku tidak benar-benar mengikuti pemberitaan tersebut di tv. Saat terbangun subuh hari, aku selalu kehausan dan mencari air di botol, dan yang aku takutkan tanpa sengaja aku lupa minum di bulan puasa.

Hari itu panas di Sorong, aku dan mbak Meidy, salah satu staff kantor tempatku bekerja mengantarku ke pelabuhan Ferry Sorong untuk memesan tiket disana. Perjalanan Sorong-Waisai ditempuh dengan Ferry selama 2 jam. Banyak kalangan yang menggunakan ferry¬†ini. Ukurannya¬†cukup besar, yang bisa menampung ratusan orang beserta motor dan barang–barangnya beratus-ratus kilogram.

Continue reading

Petualangan Baru di Laut Raja Ampat

Standard

15 Februari 2017. Pagi hari kemarin Sarah sempat menelponku dan memberikan kabar bahwa tiket pesawatku baru saja dipesan. Dia sudah lebih dulu di Raja Ampat bersama dengan tim dari Conservation International. Sambil berbincang ringan, Sarah menjelaskan kegiatan yang akan aku lakukan selama di Raja Ampat nanti, dan memberikan gambaran singkat akan keadaan di lapangan.

Awalnya, dia menjelaskan bahwa kami akan berada di kapal liveaboard selama satu minggu, dan menghabiskan waktu di Arborek di 2 hari pertama dan bertemu dengan beberapa NGO yang ber-partner dengan Manta Trust untuk memberikan data populasi pari manta di Raja Ampat. Kemudian dia memberitahu bahwa aku akan satu pesawat dengan Shawn dan John, dua sinematografer konservasi yang sangat aku kagumi karena film dokumenter nya yang berjudul “Racing Extinction“, siapa yang tidak girang? Continue reading