Modern itu Tidak Selalu Keren

Standard

Lebaran di Waisai memang benar-benar berbeda. Saat takbiran malam lalu aku merasakan sesuatu yang benar-benar berbeda. Kekosongan yang benar-benar kosong. Aku bukannya tidak ingin bertakbir, tapi suara takbir yang menggema dari masjid agung mengingatkanku akan lebaran di tahun-tahun lalu. Ini benar-benar pertama kalinya mengalami lebaran jauh dari rumah, biasanya setiap malam aku biasa mencium bau bunga-bunga yang dirangkai Umi di ruang tengah.

Bau sprei baru, atau pengharum ruangan yang aromanya berganti dan menyemprot setiap 30 menit sekali. Ayah biasa diluar, mencuci mobil. Kemudian saat kakak belum menikah dia biasa membantu Umi mengepel, dan aku biasa membantu mengganti taplak-taplak meja. Biasanya dari rumah terdengar suara takbir dari masjid Al-Fattah, anak-anak kampung Serpong biasa ada disana, bahkan dulu aku terbiasa mengisi takbir melalui toa masjid. Tahun-tahun kemudian berubah, ada saatnya kami selalu pergi keluar di malam takbiran, pergi ke Tangerang, adalah kegiatan rutin yang selalu kami lakukan, berbelanja di sabar subur, kata Umi pasar swalayan itu masih ada.

Banyak barang yang biasa dibeli, radio, tv dan barang elektronik apapun yang ada dirumah dahulu berasal dari sana, tapi semuanya sudah berganti dengan yang lebih baru. Kami tidak perlu repot-repot lagi jauh macet ke Tangerang kota, dekat rumah ada 5 mall baru yang besar-besar dan barangnya lebih canggih, lebih modern. Perlahan-lahan, kami mulai kehilangan kegiatan rutin menjelang ramadan, makan laksa bersama diluar, takbiran keliling, banyak hal yang berubah.

Continue reading

Advertisements

Aku Tidak Ingin Tertidur

Standard

17 Desember 2016

Sudah 4 hari.

Benarkah? Sudah secepat itu waktu berlalu sejak 13 desember lalu. Lagi-lagi aku terbangun dengan perasaan kesepian yang terus menusuk-nusuk. Perasaan aneh yang tidak pernah bisa di deskripsikan. Baru saja aku berhasil di wisuda, mengenakan toga, seperti banyak cerita-cerita novel yang kubaca saat masih SMA dahulu. Sejatinya, tidak ada perasaan yang terlalu spesial dalam momen itu. Tidak, aku berbohong.

Continue reading

Biar Aku Menanti Hingga Senja Menjemput

Standard

Orange. Hitam. Merah. Kuning.

Berbaur dalam satu lukisan 4 Dimensi diantara karya yang tak pernah ada tandingannya. Bahkan angin berisi penuh kehidupan ini tak ada yang mampu untuk menciptakannya. Tetes air hujan penuh gairah tak ada yang mampu untuk menurunkannya. Tanaman itu, kau pikir, siapa yang menciptakannya?

Tak lain hanya sang pemilik hidup. Continue reading