Kita yang Belum Bertemu

Awan berkerumul dalam satu titik. Saat matahari hampir tiba, mereka sudah siap menyambut di sisi-sisi bukit. Langit saat itu masih berwarna jingga dengan sedikit oranye, debur ombak masih mendorong-dorong pasir menuju tepi. Dua kelomang sudah terbangun mencari rumah yang baru, karena rumah lama mereka sudah terasa sangat sempit. Elang laut kembali, menuju laut untuk mencari … Continue reading Kita yang Belum Bertemu

Advertisements

Tanah Merah dan Ilalang Masa Lalu

"Awas jangan naik keatas tembok!" "Nanti kamu jatuh!" "Hey, anak bandel!" "Aduh!" "Aaaaahhhh....!!!" "Bibi Halim! Alif jatuh!" Aku tidak bisa ingat apapun, saat terbangun kepalaku sudah diperban. Umi bilang, sejak beberapa jam lalu aku terus menjerit karena kesakitan kena jarum jahit. Usai dibawa ke puskesmas sore tadi. "Kan sudah dibilang, jangan naik-naik tembok kalau sudah … Continue reading Tanah Merah dan Ilalang Masa Lalu

Berdamai dengan Hujan

"Itu terlalu naif menurutku.." Ucapnya bergurau, kemudian dia kembali menatap lurus ke depan, kearah hamparan padi-padi yang membentang hijau. Sungai besar menanti di ujungnya. Tebing-tebing batu membingkai cakrawala. Diatas, jalur kereta api tua yang menghubungkan Purwokerto - Cilacap masih setia menjadi penghubung perjalanan. Aku menghela napas, "Setidaknya, kita harus bisa merencanakan segala hal sejak awal, … Continue reading Berdamai dengan Hujan

Disini lebih lama lagi

Anak rambut tergerai. Tertiup angin. Bayangan dedaunan tampak di wajah putih itu. Angin berhembus dingin, ditengah cuaca yang cukup terik. Rumput hijau yang selalu dipotong itu merupakan alas yang terbaik untuk bisa duduk dibawah pohon oak tinggi di tengah hari seperti ini. Gadis kecil itu bersandar di batang pohon oak yang dingin. Memejamkan mata, membiarkan … Continue reading Disini lebih lama lagi

Ayunan di Musim Hujan

Ruangan yang hening. Gorden tipis berwarna merah muda berkali-kali tertiup oleh angin yang berhembus melalui jendela yang terbuka. Jendela model lama, dengan bingkai kayu cokelat yang tidak di poles cat. Berbentuk persegi panjang dengan jumlah 6 persegi berukuran kecil di dalamnya. Sesekali berderit, karena engselnya sudah terlanjur tua. Hening. Tidak ada suara siapapun. Sebuah mesin … Continue reading Ayunan di Musim Hujan

Di lorong Rumah Sakit

Clup. Clup. Suara tetes air infus menetes. Terdengar jernih di telinga mengalahkan desah napas lelah yang hampir tidak terdengar. Ruangan redup, lampu tak mampu mengalahkan gulita yang kuat. Angin dingin menelusup, menggelitik melalui celah-celah kecil ventilasi. Menjalar menuju tubuhku yang tak terbalut jaket. Aku terduduk, menopang dagu dengan kedua siku. Menunggu dengan tenang disamping sosok … Continue reading Di lorong Rumah Sakit

Cerpen: Sepuluh

Pssttt....!!! "Kau dengar itu?" Neymar berkata pelan, menahan napas dan menatap kedua wajah temannya yang penuh dengan peluh. Hening. Tiba-tiba saja seisi hutan menjadi hening setelah bocah 7 tahun itu ber-ssttt pelan. Kedua bocah lainnya tampak bingung, menggeleng. Mereka cuma memperhatikan bocah didepannya itu dengan tatapan penuh dengan tanda tanya. Bocah paling berani itu melangkahkan … Continue reading Cerpen: Sepuluh