Tarian Keakraban di Pulau Mioskor

Standard

Setelah semalaman kami berlayar di lautan Raja Ampat. Pagi menyambut dengan sedikit gerimis. Pagi itu kami dilayani dengan sangat baik oleh crew-crew  Si Datu Bua yang sangat ramah. Kemarin sore kami disambut dengan nyanyian daerah, dan berkenalan satu sama lain. Beberapa dari mereka ada yang berasal dari Jawa, meski kebanyakan berasal dari Bali.

Malam hari, Sarah dan Mas Edy datang dengan speedboat kecil dari kapal Puti Raja, bersama dengan Pak Mark. Pak Mark kembali ke kapal Puti Raja, karena harus bersama dengan para donor CI untuk proyek konservasi di Raja Ampat. Karena itu juga, Sarah dan Mas Edy bergabung dengan kami di kapal Si Datu Bua.

Nasi goreng, toast dan buah-buahan serta jus jeruk menjadi menu sarapan kami. Usai menghabiskan sarapan kami pagi itu, salah seorang dari Conservation International, mbak Meity tiba dengan speedboat “Yaswal” salah satu boat kebanggaan CI di Papua. Mbak Meity tiba dan menjelaskan mengenai mekanisme upacara adat yang akan dilaksanakan pada hari itu.

Tepat pukul 8, kami menyebrang menggunakan rubber boat menuju jeti (dermaga kecil dari kayu) pulau mioskor. Beberapa orang sudah terlihat mulai berkumpul. Masyarakat kepulauan Fam, berbondong-bondong menaiki perahu menyebrani lautan dan tiba di daratan. Pulau Mioskor, merupakan pulau tempat pos patroli laut yang baru diresmikan untuk mendukung upaya konservasi di Kepulauan Fam.

img_20170216_071022_hdr

Pos Patroli Pulau Mioskor

Aku membantu John membawa beberapa perlengkapan kameranya, semua orang sudah mulai tampak sibuk. Aku tidak bisa menemukan Sarah dan Mas Edy, mereka menaiki rubber boat berbeda. Atau mungkin, masih berada di atas kapal karena aku menaiki rubber boat pertama bersama dengan John.

Aku memutuskan untuk berkeliling pulau Mioskor, anak-anak kecil riang berlarian menyambut kedatangan para tamu dari CI. Acaranya seharusnya sudah dimulai sejak beberapa menit lalu. Hanya saja, karena bapak bupati yang tidak kunjung datang, semua acara menjadi mundur dari yang seharusnya.

img_20170216_072510

Para Murid SMP Fam bersiap melakukan tarian sambutan

Barisan siswi-siswi dari SMP Fam sudah bersiap di depan jeti untuk melakukan tarian keakraban. Di sisi kanannya, sekelompok siswa memegang gitar dan gendang untuk mengiringi tarian. Saat aku meneliti orang-orang yang ada disana, aku melihat wajah yang berbeda dengan orang-orang papua kebanyakan. Seorang laki-laki muda, seperti seumuranku. Awalnya aku mengira dia berasal dari jawa, karena perawakannya sangat mirip dengan orang Jawa Tengah.

img_20170216_095954

Para Siswa Pengiring Tarian

Sayang kami tak sempat berfoto. Aku bertemu dengan orang baru, namanya Restu, dia berasal dari Bali, Karangasem ternyata haha. Restu sedang bertugas menjadi salah satu guru SM3T, gerakan sosial yang mengirimkan anak muda terbaik untuk mengajar di daerah terpencil. Kami sempat mengobrol-ngobrol mengenai kegiatannya selama 6 bulan terakhir. Dia sempat tertawa dan geli ketika menceritakan bagaimana sulitnya mengajari anak-anak papua dalam belajar. Tapi Restu mengaku dia senang melakukannya, karena menurutnya ini juga untuk kemajuan pendidikan di SMP Fam, yang notabene satu-satunya sekolah di Kepulauan Fam.

Restu mengajar pelajaran olahraga, namun karena kurangnya guru di sekolah tersebut, dia tak jarang harus mengajar sampai 5 mata pelajaran sekaligus. Hanya ada 4 guru aktif disana, termasuk kepala sekolah yang juga ikut mengajar. Asyik berbincang, akhirnya selama beberapa jam kemudian bapak Bupati tiba dan disambut dengan musik yang memulai tari Yospan (Yosim Pancar) Tarian ini awalnya berasal dari Biak, yang memiliki arti tarian keakraban ketika acara-acara pertemuan, agar setiap orang bisa ikut menari bersama. Masyarakat Kepulauan Fam menggunakannya sebagai tarian daerah mereka sendiri.

img_20170216_073057

Barisan Pemuda Kepulauan FAM mengiringi Tarian Yospan

Acara hari itu merupakan acara gabungan yaitu pengukuhan kawasan konservasi bersama dengan CI, sekaligus juga acara Peringatan Injil Masuk di Kepulauan Fam. Mengiringi Pak Bupati dan rombongan, sekumpulan Ibu-Ibu berbusana putih menggenggam dayung maju, pinggang mereka diikat pada bambu yang dibuat menyerupai sebuah kapal, kemudian mereka mulai bergerak, bagai sedang mendayung kapal di atas lautan.

img_20170216_111815

Rombongan Pengiring Bupati menuju tempat upacara adat

Acara dimulai dengan beberapa sambutan yang dilakukan oleh bapak Bupati, dan beberapa orang dari pihak Conservation International mengenai kawasan konservasi yang baru saja akan diresmikan di Kepulau Fam. Belakangan ini, Sarah bilang baru diketahui populasi pari manta di depan pos patroli Pulau Fam sering ditemukan pagi hari sedang mencari makan. Selain itu, menurut Mbak Meity, kepulauan Fam juga merupakan kawasan yang sangat penting bagi perikanan tangkap sehingga harus diatur penangkapannya secara lestari.

Shawn dan John sibuk merekam beberapa momen saat upacara adat tersebut. Saat-saat istirahat, akhirnya kami sempat duduk dan mengobrol bersama. Sudah hampir 1 tahun aku tidak bertemu dengan Sarah, dan akhirnya kami bisa bertemu juga.

Shawn adalah salah satu orang yang sangat outgoing, aku sangat beruntung bisa mengenalnya secara langsung. Semalam di kapal perbincangan kami kebanyakan berbicara soal permasalahan konservasi dan lautan, dan dari pemikiran-pemikirannya, aku bisa melihat Shawn adalah seseorang yang sangat giat untuk membuaat perbahan bagi lautan dan dunia.

Sarah dan aku kemudian berdiskusi mengenai pekerjaan kedepan. Sambil melihat upacara adat yang masih berjalan. Siang hari mulai menjelang dan kami mulai bisa melihat manta bermain di depan jeti. Hingga pukul 3 sore, acara selesai dan kami kembali ke kapal Si Datu Bua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s