Lelah yang Tersembunyi

Standard

Sudah beberapa hari serpong terus saja hujan. Dingin yang mengintip dari balik jendela, membuatku sulit untuk beranjak dari dalam selimut. Padahal orang rumah sudah semua pergi untuk bekerja dihari yang hujan.

Sejak semalam, aku masih sulit untuk bisa menerka-nerka, apakah benar besok pagi aku akan pergi menunjuk petualangan yang baru? semuanya masih terasa seperti mimpi. Padahal dulu aku yang sering menggerutu karena sudah bosan berada di rumah. Umi sedang sakit, sejak kemarin batuk-batuk. Aku jadi merasa menyesal, hari sebelumnya sempat marah dan berdebat dengan Umi karena hal yang sepele.

Malam tadi, Umi membantuku berkemas, bersama dengan Ayah menyiapkan beberapa potong baju, handuk dan peralatan yang mungkin akan aku butuhkan. Sama seperti dahulu Ayah dan Umi membantuku berkemas untuk pergi ke Purwokerto. Kali ini, aku akan pergi lebih jauh menuju timur Indonesia. Tempat yang sama sekali belum pernah kukunjungi dan hanya kulihat melalui televisi saja.

Petualangan baru, aku lebih dari bersemangat untuk menyambutnya. Tapi lebih dari itu, aku semakin bimbang atas perasaan pergi yang semakin menggebu-gebu. Senangkah? tapi kenapa beriring takut? Takutkah? Sedikit, mungkin. Menyesal? Sulit untuk mengatakan apakah aku menyesal. Padahal aku senang setengah mati karena akan satu flight bersama dengan orang yang sangat aku kagumi.

Kemarin sewaktu di telfon, Sarah menjelaskan secara runtut pekerjaan dan aktivitas yang akan aku jalani selama di Papua sana. Terdengar sangat menyenangkan, dan jelas, itu semua jauh dari bayangan yang pernah kubayangkan sekalipun.

Allah memang terlalu baik, memberikan semua ini. Lalu kenapa aku masih saja berat untuk bisa bersyukur lebih banyak dari ini.

Pagi ini, saat aku pergi menerobos langit yang menurunkan gerimis rintik-rintik, berdiri di salah satu gerbong kereta listrik menuju Jakarta dan turun di stasiun Kampung Bandan. Banyak hal-hal, yang membuatku seharusnya bisa bersyukur lebih banyak. Lebih banyak merasakan murung, yang diserobot dengan kebahagiaan melihat anak-anak kecil yang asyik bermain dengan kubangan kotor di perkampungan yang terhalang gedung-gedung tinggi.

Mereka asyik saja, meski saat aku melintas bau genangan itu tercium sangat tidak menyenangkan. Aku juga melihat seorang Ibu yang menggendong anaknya yang tertidur, di teras rumah yang becek karena hujan baru saja berhenti.

Perasaan berdosa karena sering berdebat dengan Umi semakin menjadi-jadi.

Aku, yang egois ini seharusnya bisa lebih dewasa dalam berkata dan bersikap. Kenapa masih saja ceroboh dan terus menimbulkan sakit hati yang mungkin Umi sendiri sulit untuk bisa menetralkannya diusia yang hampir senja. Mengingat kondisi keuangan keluarga sedang tidak stabil, aku jadi tambah merasa bersalah.

Banyak.

Banyak hal yang tersembunyi dari penghlihatanku. Umi yang sekarang sering pulang larut malam, tapi tetap menyempatkan membaca lebih banyak lembar qur’an saat sudah sampai dirumah.

tips-for-new-muslims-on-how-to-read-the-quran-03

Inilah yang aku benci saat berada dirumah terlalu lama. Semakin mudah aku berbuat durhaka. Satu hal yang membuatku merasa beruntung pergi jauh nanti adalah, aku memiliki lebih banyak kesempatan untuk memberikan doa bagi Umi dan Ayah dirumah. Meski aku juga sedih membiarkan mereka di masa tua tetap bekerja.

Allah.

Hujan turun lagi, sore ini. Membuat muram hari, dan hati yang selalu saja muram akhir-akhir ini. Terlalu cepat aku menaikkan suara saat aku tak mengerti akan suatu hal. Semoga Allah ampuni aku, dan orang tuaku setiap hari, dan panjangkan umur mereka hingga tiba saatnya aku bisa membalas budi mereka.

Banyak.

Banyak hal yang tidak kulihat, dibalik lelah-lelah mereka. Kurasa, sudah saatnya sekarang aku bekerja sekeras mereka. Setidaknya, sedikit-demi-sedikit aku bisa meringankan keperluan dirumah nanti.

Ya Allah, tolong jaga mereka. Orang tua dari hamba-Mu yang sering berdosa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s