Hujan Mungkin Menghapusnya

Standard

Hai,

Pernahkah kamu merasa begitu kesepian. Berjalan sendiri, meski begitu banyak orang di sekelilingmu. Kamu tidak bisa mendengar suara-suara di sekitarmu. bukan karena kamu tuli, lantaran karena pikiranmu terbang ke alam yang lain.

Pernahkah,

Kamu berdiri diatas sebuah batu dengan debur ombak di sekeilingmu, berdebam, menubruk setiap permukaan kasarnya di saat pasang tiba.

Kamu sedang terdiam disana, menyaksikan siluet dari kapal-kapal yang berlabuh di ujung lautan, tapi, apa lautan memiliki ujung? Entah, mungkin tak berujung, tapi tetap saja menyisakan pemandangan oranye dengan titik-titik burung yang terbang kesana kemari, persis lukisan anak SD saat diminta gurunya untuk menggambar.

img_20160519_182120

Senja di Watanhura

Aku melihat awan yang terpencar, menyerupai gulali yang ujungnya runcing, berwarna kelabu karena matahari sudah hampir tenggelam. Tersebar tidak merata diatas langit sana, sebagian menutupi kilau cahaya yang tersisa, membuatnya terlihat seperti sebuah cahaya yang menembus lapisan langit. Katanya, langit itu ada tujuh lapisan, benarkah?

 

_dsc2319

Berlayar di laut sawu

Hidup berputar.

Pernahkah,

Kamu berdiri, diatas rumput hijau, diatas sebuah tebing tinggi yang membelah dua buah samudera besar?

Menyaksikan lagi, langit yang sama di sore hari. Dengan oranye yang berbeda.

Kamu bisa melihat semuanya dari atas. Ah, tidak. Kurasa langit sore itu bukan berwarna oranye. Hanya kelabu, gelap. Tapi tetap indah dari atas sini.

img_20160921_174521_hdr

Menjemput matahari terbenam diatas bukit Padar

Kupikir,

Dari setiap perjalanan-perjalanan panjang itu, aku bisa melupakan hitam-hitam yang berkerumul di dalam ingatan yang selalu saja muncul.

Meski begitu, aku pernah membuang napasku diatas sana. Diatas batu yang tegar terdorong hempas gelombang pasang. Atau rumput hijau yang menguning, membuat cercah keemasan diatas bukit yang membelah dua samudera.

Sandal cokelatku yang putus dan bolong-bolong terkena paku berkarat juga, pernah menginjaknya. Semuanya masih tersisa disana. Ah tidak, sudah jelas terhapus oleh gelombang pasang yang tingginya bisa melebihi 3 meter itu. Bagai suara badai ketika malam hari saat aku tertidur di tepiannya. Juga, hujan mungkin sudah menghapusnya sejak beberapa hari lalu. Meski aku sering merasa, flores selalu memiliki sebelas matahari yang selalu membuatmu menjerit karena kepasan.

Dan rintik hujan, selalu membuatku berpikir bahwa di daerah gersang kemarau panjang sekalipun, selalu ada rintik hujan yang membuat semesta ceria.

Kenapa pula, aku harus sedih dengan semua kenangan-kenangan yang kubuat sendiri?

“Nyatanya, perasaan memiliki dan kehilangan itu jauh lebih baik dari pada tidak pernah memiliki sama sekali.”

Seharusnya aku bersyukur, bahwa disetiap perjalanan-perjalanan yang kulakukan, selalu kutinggalkan satu-dua cerita yang selalu bisa kuingat. Entah esok atau pada waktu yang tak bisa ditentukan, aku akan kembali kesana. Meski tersiksa dengan bayangan-bayangan tawa sore yang tak selalu sama, menyiksaku dengan perasaan sendirian.

Ini hidup, bukan? Layaknya sungai.

Kamu tidak akan pernah bisa menyentuh air yang sama 2 kali. Semuanya mengalir pada suatu tempat pasti; muara.

Aku benci muara, karena pasti selalu kotor dengan sampah dan polusi-polusi yang tak terbendung. Kenyataannya, kamu tidak bisa memilah-milah memori mana yang akan tinggal, baik dan buruk semua teraduk-aduk jadi satu.

Dan ketika kamu merasa begitu sendirian, setidaknya kamu tahu dan menyimpan semuanya rapi-rapi. Sama seperti tulisan ini. Terlalu banyak memori, hingga aku pun tidak sanggup jika harus mengingat semuanya.

Hai,

Pernahkah,

Kamu merasa begitu sendirian? Mungkin itu, proses untuk menjadi pribadi yang kuat. Kuat menahan gelombang memori yang selalu bermunculan satu persatu.

Setidaknya,

Kamu tetap memiliki alasan untuk bersyukur. Kamu pernah menoreh kebahagiaan di dalamnya. Tidak ada alasan lagi untuk tidak tersenyum dan kembali untuk melihatnya, suatu hari nanti.

img_20160920_175644_hdr

Saat itu di pantai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s