Relung kosong

Standard

image

  1. Mungkin terlihat begitu besar ketika aku masih berada di bangku sekolah dasar. Usia yang selalu kuidamkan karena aku begitu bosan dengan pr matematika. Aku pikir, akan menyenangkan menjadi orang dewasa, bisa membeli banyak vcd digimon tanpa harus dimarahi lagi. Karena kamu bisa pergi jauh kemanapun kamu mau.

  2. Kenyataannya tak seperti itu. Di usia ku yang hampir 21 ini bahkan tekanan menjadi semakin banyak. Tampaknya membeli banyak vcd digimon bukan lagi impian ku sekarang. Lebih dari itu. Beban yang lebih besar. Lebih besar lagi.
    Aku sadar kedua orang tuaku sudah semakin tua. Dan aku sadar kemampuan mereka sekarang kewalahan memenuhi permintaan zamanku. Andai berjuang tak sesulit ini. Tapi aku tak akan pernah bisa menyalahi keadaan. Karena semuanya sudah tersusun rapi.

Dan di dalam hening rumah yang dulu menjadi cerita ini, hasrat untuk bisa mandiri dan pergi sejauh mungkin sudah sangat menggebu-gebu. Mungkin hasrat seorang lelaki yang beranjak dewasa yang membuatnya menjadi semakin rumit. Sudah Kubilang, pulang memang bukan hal yang menyenangkan untuk manusia seusiaku sekarang. Aku harus segera menemukan jati diriku sendiri. Karena akupun, lelah menyusahkan kedua orang tuaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s