Layang-Layang Putus

Standard

Aku masih terduduk diantara lantai dingin. Bertopang dagu dengan pikiran kosong. Berusaha tersadar akan menit-menit yang terus menyiksa. Gema agung baru saja melantun. Memecah bising hujan yang turun sejak sore. Bergemuruh, lantang, dan tetap anggun.

Gendang telingaku masih normal. Jelas-jelas aku mendengar gema agung itu mendengung, membisikkan kalimat cinta yang paling abadi. Mendorong hati agar terus berjalan, dalam sebuah bait-bait cerita hidup yang kian enggan terbuka.

Lelah. Sungguh lelah. Mencoba mengumpulkan setiap kesadaran dalam raga yang begitu lemah. Kalau bukan karena kasih sayang itu, aku sudah pasti tenggelam dalam lubang-lubang buaya. Nyatanya, aku sudah lebih dulu tercobak-cabik dengan taring-taring buaya yang menunggu di dasar lubang gelap itu.

Merobek-meluluh lantakkan pikiran yang kubuat sendiri. Hilang. Sedih. Seperti kehilangan akal sendiri.

Gema itu belum berhenti. Pun, hujan yang semakin menderas. Terus-menerus menyiksaku atas batin yang kian meraung.Menyesali menit-menit lalu yang begitu sia-sia. Suara TV semakin membuatku gila. Gila!

Aku memang sudah gila. Gila segila-gilanya. Terus menyesal akan waktu yang tak pernah kembali. Terus menerus berkhayal merubah pie apel kembali menjadi sebutir biji yang belum tumbuh. Benar, semuanya memang tidak mungkin.

Padahal, benag-benang transparan itulah, satu-satunya yang membuatku tetap bisa bertahan. Dari hempasan angin yang kencang mencoba menarikku kepada ketidak-adaan. Mencoba mempertahankan raga agar tidak hilang, kemudian terlupakan.

Benang itu!

Ya, aku bagai layang-layang. Yang terbuat dari sehelai kertas tipis, yang lebih dulu kusut, sebelum akhirnya terlipat rapi dan memiliki warna sendiri.

Ya, aku bagai layang-layang. Terikat kuat dalam simpul benang-benar yang lemah tanpa bersama. Yang tiada mungkin berarti jika sehelai.

Layang-layang. Yang terus tertahan pada tempatku sekarang. Yang benangnya mulai habis. Atau bahkan, sudah aus dan hampir putus.

Layang-layang. Aku. Putus.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s