Kita Hanya Belum Pantas

Standard

Hai,

Santun yang kunanti, mungkin kini sedang kau nantikan hujan berhenti. Seperti aku yang menunggu hujan dibawah ruko yang tutup, menghindar dari cipratan air berkah yang baru saja turun usai panas yang menyengat.

Mungkin kamu sedang bersabar, menanti hujan reda untuk bisa kembali berjalan dan menunaikan urusanmu.

Begitu pula denganku,

Hari-hari menjadi semakin berat sekarang, begitu banyak yang harus kuemban. Begitu berat amanah yang harus kupikul, kadang raga ini lelah, dan rasanya ingin menyerah. Tapi ketika aku mengingat Allah diatas segalanya, Dia yang menjadi sumber semangat yang tak pernah habis.

Hai,

Calon pengisi relung hati yang kini ku tak tahu dimana, maaf, jika aku terlambat menemukanmu. Aku tahu Allah masih menjadikan hati kita bersih, untuk tidak mencintai siapapun terlebih dahulu kecuali Dia. Aku tahu kau saat ini sedang menjaga dirimu sendiri, sampai akhirnya aku yang akan membimbingmu menuju surga-Nya yang abadi.

Mudah-mudahan kamu bersabar,

Laki-laki yang terkadang lunglai dan lemah dari tipu daya dunia ini, sedang berusaha mendaki tangga-tangga kesabaran. Yang selalu memimpikan kamu, yang aku masih tidak mengetahui engkau dimana.

Tapi aku yakin, kita akan bertemu, sebagai orang asing yang sama-sama mengharap cinta. Cinta-Nya. Karena puasa yang melelahkan ini, terus membuat kita mendekat kepada-Nya, bukan?

Hai,

Cinta yang selalu ku damba. Yang kelak akan menjadi rumah tempatku pulang,

Maaf, jika mungkin nanti aku tak bisa menjadi yang sempurna untukmu,

Padahal, aku selalu mengharapkan kesempurnaan dirimu.

Tapi, ketika ridho-Nya sudah kita capai menuju jendela baru dalam kehidupan kita berdua. Aku berjanji akan tetap memperbaiki diriku. Bantu aku, ya!

Aku hanya merindukan kamu,

Yang sekarang masih menjadi rahasia. Yang aku yakin, kamu adalah yang baik, yang menjaga kesucianmu, yang jauh dari pergaulan bebas dengan laki-laki lain. Karena aku pun, berusaha untuk menjaga cinta ini tetap suci.

Allah maha adil, kan?

Kita hanya belum pantas, sekarang.

Belum pantas merasakan cinta, mawaddah yang orang lain umbar.

Kita hanya belum pantas, sekarang.

Merasakan damai berjalan berdua, tapi damai bertemu dengan-Nya di setiap 5 waktu, cukup untuk membuat kita dekat, bukan?

Kita hanya belum pantas, sekarang.

Karena itu, pantaskan diri dulu saja, ya.

Aku akan menemukanmu, atau kau yang menemukanku.

Insyaa Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s