Tak Sadarkah, ada yang mencintaimu?

Standard

Saat sedang merintih karena sakit.

Tak sadarkah, Allah sedang mencoba menghapus dosa-dosamu?

Saat sedang mencoba berjuang, lalu gagal.

Tak sadarkah, Allah sedang mengajarimu bagaimana caranya bersabar dan bertambah kuat?

Saat sedang sendirian, tak memiliki kawan, masalah bertumpuk dan tak ada yang bisa diajak untuk berbicara.

Tak sadarkah, Allah sedang merindukanmu dan menantikanmu mengangkat tangan bersimpuh air mata?

Saat sedang kesal, patah hati, semuanya kacau, dan kau ingin sekali berteriak.

Tak sadarkah, Allah melihatmu, mencoba merubah dirimu menjadi lebih baik. Dia yang mencintaimu. Dia yang memberikan kamu hadiah di setiap perjuangan-perjuangan kecilmu.

Yang tak pernah tidur. Yang tak pernah mengkhianati hamba-Nya yang mengangkat tangan di selesai raka’at. Yang tak pernah membiarkan tangan kedua hamba-Nya pergi dengan tangan kosong.

Yang bahkan, udara yang gratis ini, siapa yang memberikan?

Tak sadarkah, disana ada rahmat-rahmat yang kau masih belum sadar dan mensyukurinya.

Yang Dia selalu berikan hadiah terindah di setiap lelah-lelah harimu yang penuh peluh.

Tak sadarkah?

Ada hadiah yang Dia simpan sebagai karunia di balik sifat sabarmu.

Sadarlah,

Dia mencintaimu. Lebih dari cinta kekasihmu. Lebih dari cinta kerabatmu. Lebih dari cinta kedua orang tuamu.

Sadarlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s