Terlalu Banyak Melihat Gedung Tinggi

Standard

Tengadah, mata tak sanggup melihat matahari terik memantul melalui kaca-kaca tinggi menjulang. Menabrak awan putih yang sedang santai melintas, membuatnya terbelah dan terbang oleh angin.

Hari minggu. Selalu menjadi hari yang sangat indah untuk sekedar duduk-duduk di depan laptop dan menulis patah-patah cerita yang sejak beberapa hari ingin kususun. Semenjak sabtu lalu aku lembur bersama kak Steve dan kak Cynthia, dua kakak angkatan yang baru ku kenal dari Universitas lain. Sekadar membantu mereka menyelesaikan tugas skripsi mereka di tempat aku melaksanakan PKL tahun ini.

Sampai pukul 2 pagi kami baru saja selesai melihat hasil PCR di UV light elektroforesis, dan sepertinya hasil troubleshoot kak Steve gagal lagi.

Besok hari senin dan akan menjadi minggu ke tiga aku berada di Bali. Yang artinya, itu merupakan minggu terakhir aku berada disini. Aku sudah terlalu nyaman belajar bersama kakak-kakak luar biasa dengan ilmu yang luas di IBRC ini. Aku banyak sekali mengenal orang-orang hebat yang dengan ilmu mereka, mereka tetap rendah hati dan mengayomi.

Seperti melihat gedung tinggi. Saat aku melihat mereka, aku menjadi seperti manusia yang tak mampu melihat kilau cahaya ilmu yang mereka miliki. Mungkin, pengalaman mereka membuat mereka bisa sampai setinggi itu. Disisi lain, aku merasa sangat nyaman berada disana bersama mereka, tanpa harus malu terlihat bodoh dan tidak mengerti akan banyak hal.

Beberapa kawan baruku, dari Udaya dan UGM sudah tak disana. Mereka selesai melaksanakan course dan program kerja praktik mereka sejak minggu lalu. Dan, aku akan menjadi satu-satunya Mahasiswa yang melakukan kegiatan PKL ku sendiri. Meski terkadang masih ada rasa canggung.

Aku mengagumi banyak orang disini, yang diam-diam sibuk dengan Macbook nya, namun ternyata sibuk menyelesaikan paper internasional nya untuk segera diterbitkan. Yang diam-diam sibuk dengan eppendorf nya, namun sibuk menyelesaikan sampel-sampel yang berjumlah ratusan. Aku selalu mengerti mengapa kesuksesan selalu dekat dengan mereka, karena kerja keras mereka selalu menjadi mutiara yang tersembunyi dalam sikap diam mereka.

IMG_20150206_175845

Lalu aku bertemu dengan lebih banyak orang lagi, yang memberikan begitu banyak ilmu pada diriku yang berupa gelas kosong ini.

Aku menyadari aku terlalu sering melihat gedung tinggi, aku jadi ingin juga mulai menyusun kaca-kaca hingga menjadi gedung yang tinggi. Seperti mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s