Puzzle, Puzzle, Puzzle: Sebuah Cerita untuk Pengisi Cerita

Standard

Masih diruangan yang sekarang sudah tidak berdebu. Melihat ke jendela, dan langit sedang cerah. Bahagia di pagi hari mendengar berita dari para pengisi cerita yang dulu menjadi asam manis dalam jalan-jalan panjang yang kulalui. Tidak terasa sekarang sudah tahun 2015, sudah sekian bulan aku memutuskan untuk keluar dari Organisasi yang membesarkanku dan meninggalkan teman serta adik-adikku. Sedikit menyesal, memang, kenapa jalan cerita selalu menjadi twist, bahkan sepertinya akan sangat menyenangkan ketika aku bisa merubahnya sendiri.

Tapi, selalu ada pilihan, bukan? Selalu ada lorong yang membelah di bawah tanah, selalu ada pilihan kedua, ketiga, keempat, dan tidak ada yang bisa dilakukan selain memilih.

Untuk teman-temanku yang sekarang masih berjuang. Aku sangat merindukan kalian, juga bangga dengan kalian. Melihat kalian selalu bersemangat menuju masa depan yang selalu kalian inginkan. Mungkin kupikir, aku bisa lebih bahagia ketika berada di tengah kalian. Tapi, masa sekarang sudah berbeda. Kita memiliki dunia yang berbeda dan tujuan yang berbeda pula.

Aku disini merajut cerita untuk diriku sendiri, dan kalian merajut cerita untuk kalian sendiri. Hanya ingin mengucapkan selamat kepada kalian yang saat ini memegang amanah besar, menjadi Project Officer, misalnya, aku baru saja memberikan selamat dan sukses kepada Yogi, adik angkatan yang selalu menjadi favorit semua orang. Atau, masih seantusias Bahar yang saat ini menjadi presiden, aku baru saja menanyakan siapa PO dan apa saja Occassion tahun ini.

Tya, menjadi kordinator TDD, departemen yang sangat ingin aku masuki sejak dahulu aku menjadi pengurus tingkat satu. Rifan, yang menjadi koordinator Media, yang semula aku kira Hilmy yang akan menjadi koordinator, tapi aku percaya Rifan juga sangat kompeten dalam bidang yang berbau sastra, itu dunianya, kan?

Epri, koordinator Educt, yang saat dulu selalu rela bersusah payah mengurus hotel untuk acara besarku. Dan semua kawan yang menjadi bagian dari setiap cerita. Sedih ketika membayangkan bahwa kau hanyalah orang asing diantara kebahagiaan mereka sekarang. Tapi, keputusan ini kau yang ambil sendiri bukan? Bahwa kau memang lebih memilih dirimu sendiri.

Yah, begitulah cerita. Ada yang datang, ada yang pergi. Aku selalu ingin mengetahui apa kabar mereka sekarang, meski kadang aku tak pernah mendapatkan respon yang selalu baik. Bukan berarti aku terlalu berlebihan, tapi karena memang aku masih sangat peduli dengan kalian. Meski kadang, aku menyadari aku bukan bagian dari Puzzle itu lagi.

Meski begitu, kalian tetap menjadi orang yang spesial, yang pernah menjadi Puzzle dalam setiap bingkai cerita. Ceritaku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s